13 Syawal, Hari Lahirnya Ahli Hadits - Syaamil Quran

13 Syawal, Hari Lahirnya Ahli Hadits

13 Syawal, Hari Lahirnya Ahli Hadits

lahirnya ahli hadits

Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M).

Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Ayahnya adalah seorang ulama yang merupakan murid Imam Malik. Pada usia 10 tahun Bukhari sudah terjun kepada ilmu hadits, hingga usia 16 tahun beliau sudah menguasai banyak buku. Syekh Ad-Dakhili merupakan guru Imam Bukhari, dan merupakan ulama ahli hadits yang termasyhur di Bukhara.

Dalam beberapa catatan sejarah mengatakan, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Pada suatu hari Bukhari sering dicela oleh teman-temannya karena tidak pernah membuat catatan kuliah, karena kesal Bukhari mencoba untuk menantang teman-temannya tersebut untuk mebuka catatan mereka, kemudian bukhari membacakan semua yang dicatat oleh teman-temannya tanpa salah sedikit pun. Bahkan Bukhari pernah diuji oleh beberapa ulama ahli hadits yang mengujinya dengan mengajukan 100 hadits yang diacak, karena kecerdasan dan daya ingat yang hebat yang dimiliki oleh Bukhari, beliau sanggup untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang ada. Bersama gurunya, beliau mengumpulkan hadits-hadits shahih dalam satu kitab.

Dalam sejarah dikatakan bahwa Bukhari selain terkenal dengan kepandaiannya dengan ilmu hadits, beliau juga merupakan orang yang mahir dalam bidang olahraga khusunya memanah. Ini disebabkan karena dorongan dari Rasulullah kepada umat Islam untuk belajar menggunakan anak panah. Ada kebiasaan unik yang dilakukan oleh Imam Bukhari, yakni sebelum beliau menulis sabuah hadits, beliau akan mandi dan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu.

Pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Imam Bukhari  dalam mencari ilmu, dan bagaimana beliau menjaga agar ilmu tersebut dapat terus dipakai dalam kehidupan sehari-hari yaitu, kita harus bersungguh-sungguh dalam belajar. Terlebih anak muda zaman sekarang dalam mencari ilmu sudah dilengkapi oleh berbagai macam teknologi, yang memudahkan seseorang dalam mencari ilmu.

Link Terkait