Bermandikan Cahaya Ilahi di Arafah - Syaamil Quran

Bermandikan Cahaya Ilahi di Arafah

Bermandikan Cahaya Ilahi di Arafah

cahaya ilahi di arafah

Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tudak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah mmeberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS An Nur : 35)

Malam itu, di antara do’a, untaian kalimat zikir, talbiyah, hingga suara tadarus Al Quran yang berasal dari jemaah Haji, pada malam menjelang wukuf, suasana Arafah selain hingar bingar, juga bermandikan cahaya. ‘lautan kerlipan api’ yang menyembul di ballik hamparan ribuan tenda. Layaknya gemerlap kjutaan kunang-kunang yang mengapung terbang di udara.

Wukuf di Arafah sebagai rangkaian prosesi ibadah, karena pada saat itulah pribadi manusia benar-benar diposisikan sebagai makhluk yang berkedudukan sama di hadapan Allah Swt. Tak ada kaya atau miskin, tak ada raja atau hamba, tak ada orang biasa atau cindekia, semua memakai pakaian yang sama, yakni kain putih tak berjahit, tinggal di dalam tenda yang sama yakni di Padang Arafah.

Pada malam yang penuh cahaya itu, jamaah pun layaknya kunang-kunang putih yang menyambut pendar milyaran kkerlip dan kerjap cahaya. Menyambut cahaya di atas cahaya milik Allah Swt. Reguklah, arungi, dan pahamilah limpahan cahaya itu sebagai rahmat Allah yang Maha Mulia, dan jangan kau dustai lagi nikmat Tuhan-Mu yang telah diberikan tersebut.

Labaik Allahuma Labaaik, labaaik laa Syarika laka labaaik, Inal Hamda Wan Ni’mata laka wal Mulka, La Syarikalak….

Sumber : ihram.co.id

Link Terkait