Bukti Kebenaran Al-Quran

5

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.  (QS Yusuf [12]: 111)

Fungsi utama Al Quran adalah memberikan petunjuk kepada umat manusia perihal menjalani hidup di dunia demi meraih kebahagiaan di akhirat nanti. Al Quran pun memberikan bukti-bukti nyata kelayakannya sebagai kitab petunjuk yang tidak terbantahkan oleh siapapun

Menurut Quraish Shihab, dalam Lentera Hati (1994), dari sisi redaksionalnya, terdapat tiga bukti kebernaran kalam Allah tersebut. Pertama, keindahan, keserasian dan keseimbangan kata-katanya. Kata, yaum yang berarti “hari”, dalam bentuk tunggalnya terulang sebanyak 365 kali (ini sama dengan satu tahun), dalam bentuk jamak diulangi sebanyak 30 kali (ini sama dengan satu bulan). Sementara itu, kata yaum yang berarti “bulan” hanya terdapat 12 kali. Kata panas dan dingin masing-masing diulangi sebanyak empat kali, sementara dunia dan akhirat, hidup dan mati, setan dan malaikat, dan masih banyak lainnya, semuanya seimbang dalam jumlah yang serasi de­ngan tujuannya dan indah kedengarannya.

       Kedua, pemberitaan gaib yang diungkapkan­nya. Awal surah Al-Rum menegaskan kekalahan Romawi oleh Persia pada tahun 614: Setelah kekalah­an, mereka akan menang dalam masa sembilan tahun di saat mana kaum mukminin akan bergembira. Dan itu benar adanya, tepat pada saat kegembiraan kaum Muslim memenangkan Perang Badar pada 622, bangsa Romawi memperoleh kemenangan melawan Persia.

Pemberitaannya tentang keselamatan badan Fir’aun yang tenggelam di Laut Merah 3.200 tahun yang lalu, baru terbukti setelah muminya (badannya yang diawetkan) ditemukan oleh Loret di Wadi Al­ Muluk Thaba, Mesir, pada 1896 dan dibuka pem­balutnya oleh Eliot Smith 8 Juli 1907. Mahabenar Allah yang menyatakan kepada Fir`aun pada saat kematiannya: Hari ini Kuselamatkan badanmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi generasi sesudahmu (QS Yunus [10]: 92).

Ketiga, isyarat-isyarat ilmiahnya sungguh mengagumkan ilmuwan masa kini, apalagi yang me­nyampaikannya adalah seorang ummi yang tidak pandai membaca dan menulis serta hidup di ling­kungan masyarakat terkebelakang. Bukti kebenaran (mukjizat) rasul-rasul Allah bersifat suprarasional. Hanya Muhammad yang datang membawa bukti rasional.

Ketika masyarakatnya meminta bukti selain­nya, Tuhan berpesan agar mereka mempelajari Al ­Quran:

Dan orang-orang kafir Mekah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”. (QS Al Ankabuut [29]: 50).

Masih banyak bukti kebenaran lainnya, yang baru ditemukan oleh manusia ratusan tahun setelah Al Quran diturunkan. Bukti-bukti tersebut bisa kita ketahui dengan membaca dan memahami langsung dari sumbernya sehingga mudah-mudahan dapat mempertebal keimanan kita. 

About Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Protected by WP Anti Spam