Cerita WNI yang Berpuasa 18 Jam di Inggris - Syaamil Quran

Cerita WNI yang Berpuasa 18 Jam di Inggris

Cerita WNI yang Berpuasa 18 Jam di Inggris

puasa di inggris

Jika di Indonesia umat muslim berpuasa kurang lebih selama 14 jam, WNI (Warga Negara Indonesia) di Inggris berpuasa selama 18 jam. Saat di Indonesia berbuka puasa, di sana baru melaksanakan makan sahur.

Almi Widyawati, warga Pekanbaru Riau yang tinggal di kota Preston, Lancashire, England mengungkapkan, perbedaan menjalankan ibadah puasa tidak membuat semangatnya surut. Sebab, walaupun waktu puasa di Inggris lebih lama, namun godaannya bisa dikatakan lebih sedikit dibanding di Indonesia.

“Allhamdulillah tahan. Sudah 15 tahun menjalankan puasa Ramadhan di sini (Inggris), jadi sudah terbiasa berpuasa selama 18 jam,” ujar Widya, saat berbincang dengan merdeka.com.

Almi menceritakan, kalau di Indonesia warganya sedang sahur, dirinya dan muslim di Inggris lainnya menikmati santapan berbuka puasa, dengan makanan yang dimasak sendiri.

Dikatakannya, di Indonesia yang kaya akan rempah-rempah sebagai penikmatan kuliner yang menggoda selera, tidak ditemukan di Inggris, hal itu menjadi plus minus puasa di Inggris.

“Di negara kita (Indonesia), terkenal masakannya yang lezat, kadang jadi godaan juga sih. Sedangkan disini, kalau mau makan selezat di Indonesia yaa harus masak sendiri. Bisa dikatakan tidak ada godaan makanan di inggris, hehehe,” ujarnya bercanda

Bahkan, pedagang di Pekanbaru yang kerap menjual makanan dan minuman yang sangat lezat seperti gorangan, kolang-kaling, cendol, es buah, onde-onde, kue lapis dan kue lainnya juga tidak ditemukan pedagang di Inggris yang menjual makanan seperti di Indonesia.

“kalau pengen makanan ringan atau cemilan seperti itu, ya mesti masak sendiri, bahannya pun susah didapatkan, setidaknya sekali-sekali bisa lah masak makanan khas kita,” kata ibu dua anak ini

Almi yang memiliki suami warga Negara Inggris bernama Martin Scott ini mengaku kerap merindukan suasana Ramadhan di Indonesia, dia mengaku hampir setiap tahun dirinya tidak menikmati Ramadhan di Indonesia.

“Kalau rindu, itu pastilah. Kangen restoran Indonesia yang masakannya khas negara kita. Di sini banyak restoran masakan ala Inggris, kan engga enak ya, beras sih ada banyak. Tapi ya itulah, masak sendiri,” kata dia.

Sumber : Merdeka.com

Link Terkait