Haji Pertemuan Kebaikan Tahunan - Syaamil Quran

Haji Pertemuan Kebaikan Tahunan

Haji Pertemuan Kebaikan Tahunan

Haji Pertemuan Kebaikan Tahunan

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (oleh musuh), maka (sembelihlah) hadyu yang mudah didapat,… (QS Al Baqarah : 196)

Allah Swt. menginginkan umat Islam berkumpul dalam kebaikan, keikhlasah dan ketaatan, serta memilik pertemuan kebaikan tahunan. Pada pertemuan ini para delegasi muslim dari seluruh dunia ini berkumpul. Kemudian Allah mewajibkan haji bagi hamba-hamba yang beriman dan mewajibkan mereka untuk menunaikannya dengan cara yang paling sempurna.

Laksanakanlah haji dan umrah dengan lengkap dan sempurna karena mengharap ridha Allah Swt. dengan cara yang paling sempurna dan diridhai Allah. Kemudian Allah Swt. menjelaskan bahwa jika orang yang ihram berhalangan dalam menyempurnakan qurban karena ada musuh atau sakit, atau ada halangan lainnya yang menghalangi antara dia dan penyempurnaan haji dan umrah, maka dalam keadaan seperti ini, dia harus menyembelih unta, sapi atau kambing yang mudah didapat sehingga dia menyembelih apa yang diwajibkan kepadanya sebagai denda. Allah Swt. berfirman:

“…Dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya..” (QS Al Baqarah : 196)

…Apabila kamu dalam keadaan aman, maka barangsiapa mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkannya, maka dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (musim) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itu seluruhya sepuluh (hari). Demikian itu, bagi orang yang bukan penduduk Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS Al Baqarah : 196)

Sebagian orang ada yang berangkat haji namun tidak mempersiapkan bekal. Mereka berkata: “Kami adalah orang-orang yang bertawakal.” Lalu Allah Swt. memerintahkan untuk membawa bekal makanan dan minuman serta melarang mereka meninta-minta, karena kemuliaan orang beriman mencegahnya untuk meminta-minta dan mengemis kepada orang lain. Allah Swt. berfirman :

(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Baragsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafas), berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al Baqarah : 197)

Sumber : Indahnya Kerlip Cahaya Al Quran

Link Terkait