Hal yang Wajib Dijauhi Saat Berpuasa Ramadhan - Syaamil Quran

Hal yang Wajib Dijauhi Saat Berpuasa Ramadhan

Hal yang Wajib Dijauhi Saat Berpuasa Ramadhan

puasa ramadhan

Yang dinamakan orang puasa adalah orang yang mempuasakan seluruh anggota badannya dari dosa, mempuaskan lisannya dari perkataan dusta, kotor dan keji, mempuasaan lisannya dari perutnya dari makan dan minum dan mempuasakan kemaluannya dari jima’. Jika bicara, dia berbicara dengan perkataan yang tidak merusak puasanya, hingga jadilah perkataannya baik dan amalannya shalih.

Inilah puasa yang disyari’atkan oleh Allah Swt., bukan hanya tidak makan dan minum semata serta tidak menunaikan syahwat. Puasa adalah puasanta anggota badan dari dosa, puasanya perut dari makan dan minum. Sebagaimana halnya makan dan minum merusak puasa hingga menjadikan dia seperti orang yang tidak berpuasa.

Nabi Saw. telah menganjurkan seorang muslim yang puasa untuk berhias dengna akhlak yang mulia dan shalih, menjauhi perbuatan keji, hina dan kasar. Perkara-perkara yang jelek ini walaupun seorang muslin diperintahkan untuk menjauhinya setiap hari, namun larangannya lebih ditekankan lagi ketika sedang menunaikan puasa yang wajib.

Seorang muslim yang puasa wajib menjauhi amalan yang merusak puasanya ini, hingga bermanfaatlah puasanya dan tercapailah ketaqwaan yang Allah Swt. sebutkan.

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al Baqarah : 183)

Karena puasa adalah pengantar kepada ketaqwaan, puasa menahan jiwa dari banyak melakukan perbuatan maksiat berdasarkan sabda Rasulullah Saw. :

Puasa adalah perisai”, telah kami jelaskan masalah ini dalam bab keutamaan puasa.

Inilah saudaraku se-Islam, amalan-amalan jelek yang harus kau ketahui agar engkau menjauhinya dan tidak terjatuh ke dalamnya, bagi Allah-lah untaian syair :

Aku mengenal kejelekan bukan untuk berbuat jelek, tapi untuk menjauhinya.

Barangsiapa yang tidak tahu kebaikan dari kejelekkan akan terjatuh padanya.

  1. Perkataan Palsu

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda,

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Swt. butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya.” (Hadits Riwayat Bukhari 4/99)

  1. Perbuatan Sia-Sia dan Kata-Kata Kotor

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda,

Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu meahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah: Aku sedang puasa, aku sedang puasa.” (HR Ibnu Khuzaimah 1996, Al Hakim 1/430-431)

Oleh karena itu Rasulullah Saw. mengancam dengan ancaman yang keras terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tercela ini.

Bersabda As Shadiqul Masduq yang tidak berkata kecuali wahyu yang diwahyukan Allah Swt. kepadanya,

Berapa banyak orang yang puasa, bagian (yang dipetik) dari puasanya hanyalah lapar dan haus (semata).” (HR Ibnu Majah 1/539, Darimi 2/211, Ahmad 2/441, 373, Baihaqi 4/270)

Sebab terjadinya yang demikian adalah karena orang-orang yang melakukan hal tersebut tidak memahami hakekat puasa yang Allah Swt. perintahlan atasmya, sehingga Allah Swt. memberikan ketetapan atas perbuatan tersebut dengan tidak memberikan pahala kepadanya. (Lihat Al Lu’lu wal Marjan fima Ittafaqa ‘alaihi Asy Syaikhani 707 dan Riyadis Shalihin 1215)

Oleh sebab itu Ahlul Ilmi dari generasi pendahulu kita yang shaleh membedakan antara larangan dengan makna khusus dengan ibadah hingga membatalkannya dan membedakan antara larangan yang tidak khusus dengan ibadah hingga tidak membatalkannya.

Sumber : almanhaj

Link Terkait