Kain Ihrom: Lambang Kesucian - Syaamil Quran

Kain Ihrom: Lambang Kesucian

Kain Ihrom: Lambang Kesucian

kain ihram 1

Dalam melakukan perjalanan ibadah haji, maka salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan adalah menggunakan pakaian ihrom. Pakaian ihrom ini wajib dikenakan, pakaian suci yang tidak boleh dijahit (bagi laki-laki) dan disunahkan berwarna putih. Mengenakan ihrom menandai dimulainya ibadah haji sejak dari miqatnya.

Secara etimologi kata ihrom bersal dari Ahrama – Ihroman yang berarti mengharamkan, mengalahkan dan memasuki tanah suci. Oleh sebab itu, seorang yang sedang berpakaian ihrom dalam melaksanakan haji diharamkan melakukan pelanggaran yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya seperti menebang pepohonan, membunuh binatang, berhubungan seks, berbicara kotor, bertengkar, mencaci maki.

Pakaian ihrom pria terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. Satu helai untuk melilit bagian tubuh dari pinggang hingga di bawah lutut. Sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri ke bawah ketiak kanan. Pria yang mengenakan ihrom dilarang mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan menutup mata kaki.

Sedangkan bagi wanita, pakaian ihrom harus menutup seluruh aurat. Aurat wanita adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Pakaian berwarna putih sangat disunahkan. Disarankan untuk menggunakan dalaman tangan dan kaos kaki untuk menghindari terbukanya aurat di bagian tangan dan kaki.

Sebelum mengenakan ihrom, maka disunahkan untuk mandi dan berwudhu. Kemudian berniat memakai ihrom untuk beribadah haji lalu memakai ihrom. Dengan mengenakan pakaian ihrom maka hilanglah simbol pembeda stratifikasi sosial diantara para jamaah haji. Pakain ihrom yang melambangkan kesucian ini memberikan arti seorang muslim ketika akan datang ke dunia dalam keadaan suci, setelah manusia diberi nafsu kesucian itu dinodai dengan syirik, kufur dan dosa. Noda-noda tersebut mesti dibersihkan sebelum kematian menjemput.

Ihrom berwarna putih mengingatkan pula para Jemaah haji kepada kematian. Karena kematian akan siap menjemput kapanpun dan dimanapun

Link Terkait