Keberadaan Allah

allah

Al Quran memberitahu tentang kebenaran sifat-sifat Allah:

2_255

Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur; kepunyaannya apa yang di lagit dan di bumi. Tiada dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS Al Baqarah: 255)

Meski demikian, banyak orang yang tidak menerima keberasaan Allah Swt seperti dijelaskan dalam ayat-ayat tersebut. Mereka tidak memahami kekuasaan dan kebesaran-Nya yang abadi. Mereka memercayai kebohongan dan berpikir bahwa Allah berada di suatu tempat yang jauh di alam semesta dan jarang mencampuri “perkara kuduniaan”. Pemahaman terbatas orang-orang tersebut disebutkan dalam Al Quran  (QS Al Hajj: 74)

Memahami kekuasaan Allah Swt dengan baik merupakan ikatan awal dalam rantai keimanan. Sesungguhnya, seorang mukmin akan meninggalkan pandangan masyarakat yang menyimpang tentang kekuasaan Allah Swt dan menolak keyakinan sesat, dengan mengatakan “Dan bahwasanya orang yang kurang akal dari kami dahulu selalu mengatakan yang melampaui batas terhadap Allah.” (QS Al Jinn: 4)

Kaum muslimin memercayai Allah Swt sesuai dengan penjelasan Al Quran. Mereka melihat tanda-tanda keberadaan Allah pada dunia nyata dan alam gaib, kemudian mulai memercayai keagungan seni dan kekuasaan Allah.

Tetapi, jika umat berpaling dari Allah serta agal bertafakur kepada Allah dan ciptaan-Nya, mereka akan mudah terpengaruh oleh keyakinan-keyakinan yang menyesatkan pada saat ditimpa kesusahan. Allah menyebutnya dalam surah Ali Imran ayat 145 mengenai umat yang menyerah dalam berperang.

Seorang muslim seharunya tidak melakukan kesalahan seperti itu. Oleh karena itu, dia harus membebaskan hatinya dari segala sesuatu yang dapat memunculkan prasangka jahiliah dan menerima keimanan yang nyata dengan segenap jiwa. (Harun Yahya. Nilai-nilai Moral Al Quran.2004)

(dikutip dari Al-Qur’an Miracle the Reference)

About Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Protected by WP Anti Spam