Kesan Menarik Kunjungan Wisata Quran dari MTS YLPI Ibaadurrahman - Syaamil Quran

Kesan Menarik Kunjungan Wisata Quran dari MTS YLPI Ibaadurrahman

Kesan Menarik Kunjungan Wisata Quran dari MTS YLPI Ibaadurrahman

tikrar 4

Ada yang unik dari kunjunga Wisata Quran kali ini, pasalnya semua peserta yang mengikuti Wisata Quran penuh dengan antusias yang sangat tinggi. Meski harus berangkat pukul 04.00 WIB dari Sukabumi dan menempuh jarak sekitar 5 jam untuk bisa sampai di Syaamil Quran Bandung, namun hal itu tidak mematahkan semangat mereka untuk tetap mengikuti rangkaian demi rangkaian yang ada di dalam kegiatan Wisata Quran. Selain itu, tidak ada satu orang pun dari mereka yang mengeluh dan menyesal telah berkunjung ke Syaamil Quran.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa kelas VII, VIII dan X diajarkan bagaimana teknik menghafal Al Quran dengan baik, bermain game interaktif, melihat proses pembuatan konten dan diperbolehkan menjelajah seluruh ruangan produksi Al Quran serta mendapatkan doorprize berupa Al Quran, buku, serta pin yang lucu dari Syaamil Quran.

tikrar 6

Salah satu siswa dari Mts YLPI Ibaadurrahman, Fadlan Maulana Rizki mengatakan, dengan adanya kunjungan tersebut, mereka merasa sangat senang, sebab bisa mendapatkan pengajaran dan menambah pengalaman serta ilmu yang sangat bermanfaat yang diberikan oleh kakak-kakak di Syaamil Quran

Kesannya seneng, seru, eeuh apa tuh, bisa mendapatkan pengajaran, sama bisa menambah ilmu yang sangat bermanfaat lah”, katanya sambil tersenyum lucu.

Dia pun menambahkan, dalam kegiatan Wisata Quran ini tidak ada satupun yang kurang, semuanya bagus dan menarik.

Dalam kegiatan ini engga da engga ada yang kurang, semuanya juga itu bagus-bagus dan keren-keren”, ujarnya sembari kembali tersenyum.

Pendapat yang serupa diungkapkan pula oleh salah satu Siswi MA YLPI Ibaadurahman, Niki Anita mengatakan, menurutnya kunjugan ini menambah pengalaman baru bagi dirinya. Selain itu dia pun jadi mengetahui bagaimana proses pembuatan Al Quran yang selama ini dia hanya tahu baca dan membaca saja sedangkan pembuatannya itu ternyata sangat sulit.

Kunjungan ini seru, seru udah pasti, banyak pelajaran baru juga yang belum saya tahu, apalagi khususnya dalam pembuatan Al Quran ya. Selama ini kita tahunya hanya baca dan baca sedangkan pembuatannya itu sulit gitu, kadang kita menyepelakan. Nah dari situ InsyaAllah saya sendiri pribadi akan menghargai gimana perjuangan para kakak-kakak yang berusaha menjadikan Al Quran menjadi bukti yang sudah lengkap”, ujarnya sambil tersipu malu.

Link Terkait