Ketua Ikapi Jabar: Penerbitan Al Quran dan Buku Islami Tidak akan Pernah Mati - Syaamil Quran

Ketua Ikapi Jabar: Penerbitan Al Quran dan Buku Islami Tidak akan Pernah Mati

anwarsyaaamilquran.com – Dalam dunia penerbitan, Al Quran dan buku-buku islami merupakan dua item pustaka yang memiliki daya tahan luar biasa terhadap krisis. Keduanya dapat bertahan, meski jenis terbitan yang lain kolaps. Bahkan terus berkembang dan berinovasi.

“Saya yakin buku agama itu gak akan pernah mati, sampai kapanpun. Karena dibutuhkan, karena kehidupan sehari-hari masyarakat beragama. Apalagi mayoritas agama masyarakat kita Islam. Otomatis itu merupakan potensi yang sangat luar biasa,” ujar Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jawa Barat, Anwarudin, yang ditemui dalam peringatah Hari Buku Nasional 2013 tingkat Kota Bandung di Balaikota, Jalan Wastukencana 2, (Minggu, 2/6).

“Dari sekira 25 penerbit Quran di Jawa Barat, semuanya aktif. Soalnya Quran ga pernah basi. Dipakai semua, karena dibutuhkan. Jadi ga akan pernah mati,” tandas Anwar yang juga memiliki penerbitan ini. “Bahkan situasi krisis dimanfaatkan orang-orang untuk membaca buku agama,” tambahnya.

Anwar menyebutkan, dalam satu tahun, lebih dari 100 ribu eksemplar Al Quran terbit. “Itu dari satu model. Ada ratusan model loh. Bisa dibayangkan berapa yang diterbitkan.” tanyanya. “Dulu, Yaasin satu kali cetak 100 ribu seminggu habis. Sekarang banyak penerbit yang menerbitkan Yaasin. Sangat luar biasa buku agama itu. Semakin mantap beragama, semakin dibutuhkan bukunya,”ujarnya.

Anwar menyebutkan, buku-buku islami yang diminati masyarakat adalah yang terkait dengan quran, terjemahan, ilmu tajwid dan tafsir, hadist, asbabunnuzzul, sejarah islam, buku akhlak dan buku-buku yang membahas rukun islam.

“Itu versinya banyak sekali, termasuk ukurannya, tergantung sejauh mana penerbit memanfaatkan peluang ini untuk menerbitkan buku yang dekat dan bisa dijadikan bacaan masyarakat,” jelas Anwar.

Anwar tidak memungkiri, bermunculannya penerbit Al Quran dan buku-buku islami, menimbulkan persaingan di antara penerbit. Maka, untuk dapat bertahan, dibutukan kreatifitas dari penerbit untuk selalu berinovasi dalam produk penerbitannya, misalnya menggunakan teknologi, isi Al Quran dimasukkan CD, dilengkapi ilmu tajwid dan ilmu tafsir.

“Kalau dengan inovasi, gak akan jenuh” tandasnya. “Dengan inovasi pula, penerbitan Quran dan buku islami tidak akan pernah mati!” tegasnya. *** (ram)

Link Terkait