Kisah Hijrah Ust. Jefri Al Bukhori - Syaamil Quran

Kisah Hijrah Ust. Jefri Al Bukhori

Uje, begitulah sapaan beken ustad ini. Uje lahir di Jakarta, 12 April 1973, dengan nama lengkap Jeffry Al Buchori Modal. Kehidupan Uje penuh dengan dinamika yang luar biasa. Ia melalui proses panjang sebelum kemudian dikenal sebagai seorang pendakwah atau ustad yang tampil mengemas bahasa dakwahnya dengan bahasa-bahasa anak muda zaman now. Ustad Gaul demikian kira-kira masyarakat menyebutnya.

Perjalanan hidup Jeffry Al Buchori sungguh dahsyat dan berliku. Berada di lingkungan keluarga yang taat agama membuat Uje kecil menyukai pelajaran agama. Selain agama, pelajaran yang disukai Uje adalah kesenian. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya Ia melanjutkan studinya di Madrasah Pondok Pesantren Daar Al-Qolam, Gintung, Jayanti.

Semenjak masuk di Pesantren inilah, Uje mulai nakal. Di pesantren, ia sering berulah. Kabur dari pesantren untuk main atau nonton di bioskop adalah hal biasa yang sering dilakukannya. Hingga pada akhirnya, hanya empat tahun Uje betah di pesantren. Rupanya keluar dari pesantren juga tidak membuatnya lebih baik. Beranjak remaja Uje justru jadi semakin nakal. Di masa inilah Uje remaja mulai mengenal narkoba dan dunia malam (diskotik, miras, serta perempuan malam). Dia sering kabur dan pergi tanpa tujuan yang jelas. Masa-masa SMA seperti masa yang suram baginya.

Tahun 1990, Uje mulai kenal dunia film. Ia pertama kali bermain dalam sinetron Pendekar Halilintar. Mengetahui Uje bermain sinetron, ayahnya mati-matian menentang. Ditentang sang ayah tak membuatnya surut untuk berhenti bermain peran. Suatu hari di tahun 1992, ayahnya meninggal karena sakit. Bukannya sadar, kesombongan Jeffri justru lebih besar dari sebelumnya. Ia merasa berprestasi dan punya uang banyak hingga tak seorang pun yang ia dengarkan lagi nasihatnya.

Ia makin tenggelam sebagai pecandu narkoba. Ia makin jauh dari Tuhan. Bersebelahan rumah dengan masjid tak banyak membawanya kepada hal baik. Kejahatan demi kejahatan moral terus ia lakukan. Larangan agama dengan ringan ia terjang.

Hingga pada suatu hari ia bermimpi melihat jasadnya sendiri dalam kain kafan. Setiap tidur dia selalu memimpikan hal serupa. Dalam mimpinya tersebut dia selalu mengalami kejadian yang menyeramkan dan penyiksaan.

Sehingga ketakutannya kepada kematian mulai perlahan menyadarkan Uje. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatnya sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanya dalam keadaan seperti itu, yaitu Allah. Pelan-pelan, keadaannya membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Ia mulai menemui sang ibunda. Ia bersimpuh meminta maaf atas semua dosa yang dilakukan.

Melihat arah positif dari sang anak, ibunya pun langsung mengajak umrah. Dengan kondisi yang masih labil dan rapuh, Jeffri berangkat ke Tanah Suci. Di sana, ia mengalami beberapa peristiwa yang membuatnya sadar pada dosa-dosa sebelumnya.

Bagai sebuah film yang sedang diputar, semua dosa yang pernah ia lakukan terbayang jelas di pelupuk mata silih berganti, mulai dari yang kecil sampai yang besar. Tiba-tiba dari mulutnya keluar kalimat permintaan ampunan pada Allah. Di Mekkah, di hadapan Kabah, ia rapatkan badan pada dindingnya. Jeffri bersandar, menengadahkan tangan memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang dilakukan. Ia berdoa, “seandainya sepulang dari Tanah Suci ini melakukan dosa lagi, aku minta pada Allah untuk mencabut saja nyawaku. Namun, seandainya punya manfaat untuk orang lain, aku minta disembuhkan.”

Hingga pada akhirnya perubahan besar terjadi pada tahun 2000. Saat itu, Fathul Hayat, kakak keduanya tiba-tiba meminta Jeffri menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua. Dari sini lah, Jeffri perlahan menjadi ustad menggantikan kakaknya.

Selanjutnya, sang kakak mantap memintanya mulai menjadi ustad tetap. Inilah jalan hidup yang kemudian dipilihnya. Jeffri mulai berceramah dan diundang ke acara seminar narkoba di berbagai tempat. Makin lama, ceramahnya makin bisa diterima banyak orang. Ia mulai dilirik televisi dan makin dikenal hingga Jeffri makin dikenal sebagai Uje. Kehidupannya yang sebelumnya dipenuhi maksiat berubah menjadi penuh sinar agama.

Namun Allah SWT punya kehendak lain. Usia Uje di dunia hanya sampai umur 40 tahun. Jumat dini hari tanggal 26 April 2013, ia mengalami kecelakaan tunggal. Allah memanggilnya kembali ke sisi-Nya. Uje meninggal dunia. Namun petuah dan pelajarannya masih dikenang masyarakat dan umat. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya di tempat yang terbaik. Amin. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

#RamadhanMoveUp
#SaatnyaBerhijrah

Link Terkait