Menjadi Penghafal Quran Bukan Hambatan Bagi Seorang Ibu Rumah Tangga - Syaamil Quran

Menjadi Penghafal Quran Bukan Hambatan Bagi Seorang Ibu Rumah Tangga

Menjadi Penghafal Quran Bukan Hambatan Bagi Seorang  Ibu Rumah Tangga

Buku Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran menjadi salah satu buku Best Seller yang banyak dicari oleh masyarakat. Khususnya bagi para Ibu Rumah Tangga yang mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang penghafal Al Quran. Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah para Ibu Rumah Tangga yang ditengah kesibukannya mengurus rumah, anak, dan suami tetapi masih bisa menghafal Al Quran dan menjadi seorang Hafizah.

ibu runingsih

Allhamdulilah pada Hari Selasa Tanggal 24 Juli 2018 kemarin, salah satu penulis Buku DDMA ini yaitu Ibu Runingsih menyempatkan datang berkunjung ke Kantor Syaamil Quran dan menceritakan sedikit kisahnya menjadi Ibu Rumah Tangga sekaligus Penghafal Al Quran dan membicarkan sedikit mengenai buku Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran.

Assalamualaikum wr.wb, Nama saya Ibu Runingsih, sebagai salah satu kontributor buku DDMA, Alhamdulilah saya ingin menceritakan pengalaman pribadi bahwa InsyaAllah dalam buku ini kita akan melihat bagaimana dari setiap profesi yang kita geluti dari setiap kesibukan yang kita geluti ternyata kita bisa mendekat terhadap Al Quran dan ini atas tentunya atas dukungan dan bantuan dari Allah Swt. Ada beberapa yang menyatakan bahwa ibu rumah tangga dengan sedemikian kesibukannya sehingga harus mentelantarkan atau tidak dekat dengan Al Quran  ternyata itu bisa di sangkal , apalagi ibu ibu yang merasa minder dengan bacaan Al Qurannya yang masih terbata – bata, padahal Allah sudah menjanjikan bahwa yang membaca terbata –bata mendapat dua pahala sedangkan yang sudah lacar bersama para malaikat, jadi saya memberkan satu motivasi dari pengalaman saya kepada ibu ibu semua bahkan yang masih terbata-bata tidak usah putus asa bahwa Allah membantu kita, bahwa Allah membantu kita. Ini pengalaman pribadi saya pada saat saya menjelang usia 25 26 bacaan saya masih terbata – bata dan itu bisa di tembus ternyata. Apalagi nanti kita tingkatkan dengan menghapal Al Quran yang saya rasa menjadi satu hal yang mustahil ternyata kalau Allah berkehendak kita bisa. Dan kita tidak berorientasi terhadap hasil tapi kita berorientasi terhadap proses. Bahwa saya bisa menyelesaikan hapalan Al Quran itu dalam usia 45 tahun kalau gak salah dari tahun 2015 tapi alhamdulilah itu bisa di lalui. Dan tanpa disadari dua anak saya juga bisa menyelesaikan hapalan Al Quranya dalam usia belia, walapun  tidak terlalu belia banget  remajanya dan ini merupakan satu anugrah ari Allah buat saya. Harapan saya kedepan buat ibuibu, ibu rumah tangga yang katanya mungkin  tidak  mempunyai pembantu karena itu pengalaman saya tidak mempunyai pembantu terus dengan kesibukan yang lain lainya dengan dorongan dengan bantuan dengan kehendak Allah itu pasti bisa insya Allah. Saya sangat sedih kenapa pengen membagikan motivasi kepada ibu ibu karena ada suatu saat bahwa kita mushaf Al Quran itu tidak ada dan saya angat sedih pada saat ingin membaca Al Quran mushaf Al Quran sudah tidak mau apa yang saya perbuat itu yang mendorong saya untuk mengapal Al Quran harapan saya juga terhadap generasi muda bahwa kalau disebut sekarang adalah menuju akhir zaman itu suatu hal yang logis, kalu kita tidak mendekat terhadap Al Quran entah apa yang terjadi karena itu sebagai pedoman hidup wassalamalaikum wr.wb.”

Ibu Runingsih juga mempunyai harapan yang besar terhadap hadirnya buku DDMA ini, karena selain dapat diterima dengan baik oleh masyarakat buku ini juga diharapkan untuk bisa memotivasi para Ibu Rumah Tangga dalam menghafal Al Quran.

Alhamdulilah buku ini telah menjadi konsumsi masyarakat dan harapankami adalah bahwa mudah mudahan termotivasi lebih jauh para ibu ibu para profesional para pembisnis bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dengan buku ini kita akan membuktikan kepada dunia bahwa membuktikan sebenarnya kepada Allah dalam mendekat kepadanya dan kita ingin bahwa aktivtas menghafal Al Quran tidak bisa hanya dikuasai oleh segelintir profersi tapi semua bisa melakukannya, semua bisa melaksanakannya.”

Link Terkait