Syaamil Quran Tikrar • Syaamil Quran

Syaamil Quran Tikrar

Metode Hafal Tanpa Menghafal Al Quran dengan Mushaf Tikrar

Mushaf Al-Quran dengan metode tikrar adalah bentuk sistematis dari cara menghafal Al-Quran paling tua dan yang banyak diamalkan oleh para huffazh (penghafal Al-Quran) dari dulu hingga sekarang.


Rasulullah Saw. bersabda, “Periharalah selalu Al-Quran. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat hilang daripada unta yang terikat.”  (HR Al Bukhari)

Menurut pensyarah hadits, memelihara Al-Quran adalah dengan mengulang-ngulang bacaan Al-Quran secara terus-menerus.

Ketika ditanya tentang kekuatannya hafalannya, Imam Al Bukhari menjawab, “Saya tidak menemukan cara menghafal lebih efektif selain dengan cara terus-menerus melihat tulisan dan mengulang-ulang perkataan karena itulah sejatinya hafalan.”

Dari hasil penelitian kesehatan modern, ditemukan fakta bahwa tikrar (repetition) atau pengulangan itu sangat membantu menguatkan hafalan. Simpulan dari penelitian ilmiah itu adalah, “Repetition is the key to memorization. The more you say it, the more likely you’ll remember it.” (Pengulangan adalah kunci untuk hafalan. Semakin sering Anda mengucapkanya, semakin kuat kamu mengingatnya).

Menurut kesaksian Syekh Abo Omar Al Iraqiy, para santri tahfizh di Masjid Nabawi dan Haram Makkiy juga melakukan tikrar sekurang-kurangnya sebanyak 40 kali pengulangan. Dari dasar itulah, kami mesnyusun metode menghafal bittikrar  yang disatukan dengan mushafnya. Tujuannya agar para pembaca Al-Quran bisa hafal Al-Quran tanpa menghafalkannya, dengan syarat metode ini dijalankan dengan sebenar-benarnya.