Puasa dan Kesalehan Sosial

ramadhan-2

”Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”

(Q.S. al-A’raaf [7]: 96)

 

Puasa merupakan bentuk ibadah yang memancarkan hikmah bukan saja bagi pembinaan kesalehan individual, melainkan juga bagi peningkatan kesalehan sosial. Ketakwaan yang menjadi sasaran utama pelaksanaan rukum Islam yang keempat ini memiliki dimensi pembinaan yang komprehensif, baik bagi pembentukan kualitas hidup individual maupun bagi upaya penciptaan iklim sosial.

Dalam Q.S. al-A’raaf (7) ayat 96, Al Qur’an menggambarkan hubungan antara ketakwaan di satu sisi dan masyarakat di sisi lain. ”Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.

Pesan utama ayat ini, pada satu sisi, dapat dilihat sebagai janji Allah yang menyatakan bahwa jika suatu masyarakat beriman dan bertakwa, mereka akan memperoleh keberuntungan. Pada sisi lain, pesan utama ayat ini juga mengilustrasikan hubungan kausalitas antara iman dan takwa dengan kesejahteraan hidup para pemeluknya.

Lalu, bagaimana iman dan takwa ini dapat menjadi pemandu serta menjadi nilai-nilai yang mendorong manusia untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup seluruh alam? Takwa, dalam hal ini, dapat dipahami sebagai keadaan kualitas jiwa seseorang (individu) yang membimbing dan memandu hidupnya dalam mewujudkan kondisi sosial (kolektif) yang makmur dan sejahtera bagi seluruh alam semesta. Kesejahteraan kolektif ini akan terwujud dengan sendirinya jika setiap individu telah melaksanakan ketentuan-ketentuan iman dan takwa secara utuh dan benar. Bahkan, sebagaimana diisyaratkan oleh ayat di atas, keberkahan yang datang dari langit dan bumi itu hanya akan lahir dari keimanan dan ketakwaan.

Untuk melihat dimensi-dimensi ketakwaan seseorang, khususnya dalam kaitannya dengan ukuran-ukuran kesalehan individu dan sosial, Al Qur’an (Q.S. al-Baqarah [2]: 2−4) menunjukkan setidaknya lima ciri penting manusia yang saleh secara sosial.

1. memiliki semangat spiritualitas yang diwujudkan dalam sistem kepercayaan kepada sesuatu yang ”gaib” serta berketuhanan dan pengertian beragama atau menganut suatu kepercayaan agama. Masyarakat yang memiliki kualitas kesalehan sosial itu adalah masyarakat beragama, masyarakat yang percaya pada hal-hal gaib. Ciri ini juga sekaligus menjadi ukuran kedewasaan seseorang, baik dalam kehidupan sosial, politik, maupun kehidupan beragama sendiri. Masyarakat yang memiliki kesalehan sosial yang tinggi akan mengedepankan etika beragama dan keberagamaan.

2. terikat pada norma, hukum, dan etika, seperti tecermin dalam struktur ajaran shalat. Shalat juga mengajarkan kepada para pelakunya untuk terbiasa disiplin. Disiplin dalam hidup sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Artinya, masyarakat yang memiliki kesalehan sosial itu adalah mereka yang konsisten menegakkan hukum; hukum menjadi aturan main.

3.  memiliki kepedulian sosial yang salah satu perwujudannya ditandai dengan kesanggupan berbagi terhadap golongan yang lemah. Keadilan sosial itu harus diwujudkan secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat dan bukan hanya oleh penguasa.

4. memiliki sikap toleran sebagai salah satu perwujudan dari keimanan terhadap adanya pengikut kitab-kitab suci selain kitab sucinya sendiri. Ajaran ini juga sekaligus mengisyaratkan adanya pluralitas kehidupan, baik pada aspek agama dan kepercayaan maupun pada aspek sosial budaya lainnya. Dinamika masyarakat juga akan terus berubah membentuk struktur sosial yang semakin beragam. Di sinilah arti penting mengembangkan sikap toleran (tasamuh), khususnya dalam menyikapi secara terbuka perbedaan-perbedaan sebagai suatu keniscayaan.

5. berorientasi ke depan sebagai salah satu perwujudan dari keimanan terhadap adanya hari akhir. Masyarakat yang memiliki dimensi kesalehan sosial itu adalah mereka yang berorientasi ke depan sehingga akan selalu mementingkan kerja keras untuk membangun hari esok yang lebih baik. - (**fey)

About Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Protected by WP Anti Spam