Puasa Qodho atau Puasa Syawal dulu ? - Syaamil Quran

Puasa Qodho atau Puasa Syawal dulu ?

Puasa Qodho atau Puasa Syawal dulu ?

puasa qodho atau puasa syawal

Ada suatu masalah yang dikenal di kalangan para ulama yaitu masalah penggabungan atau memasukkan niat ibadah yang satu pada ibadah yang lainnya. Diantara bentuk masalah itu adalah menggabungkan niat amalan wajib dan amalan sunnah.

Para ulama memberikan kaedah dalam hal ini, “Barangsiapa melakukan amalan sunnah, maka itu tidak bisa mencukupi yang wajib.” Misalnya, seseorang berniat puasa ‘Asyura, maka itu tidak bisa mencukupi qodho’ puasa. Namun jika seseorang melaksanakan qodho’ puasa dan bertepatan dengan hari puasa ‘Asyura, maka qodho’ puasanya sah. Sebagian ulama mengatakan bahwa moga-moga juga ia mendapatkan pahala puasa ‘Asyura sekaligus.

Bila ada orang yang berhutang puasa di bulan Ramadhan, bagaimanakah cara mengerjakan puasa syawal itu? Apakah dia harus membayar puasa yang ditinggalkan itu terlebih dahulu, atau berpuasa syawal dulu baru membayar hutang puasa?

Ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Namun, mayoritas ulama mengatakan, karena puasa Ramadhan wajib, dan bila pula punya hutang puasa, maka dia harus segera menggantinya di bulan lain. Jadi, bila sudah masuk di bulan syawal, maka sebaiknya dia segera mengganti atau membayar hutang puasanya dulu, baru mengerjakan puasa syawal. Artinya, yang wajib dulu dibayar, baru mengerjakan yang sunnah.

Syeikh Abdullah bin Jibrin dalam kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Li Al-Mar’ati Al-Muslimah, menjelaskan, sebaiknya dikerjakan yang wajib dulu, yakni membayar hutang puasa Ramadhan, baru kemudian mengerjakan puasa syawal.

Alasannya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di atas, keutamaan puasa Syawal itu karena mengikuti puasa Ramadhan. Jadi, kata Syekh Abdullan bin Jibrin, puasa Ramadhan harus disempurnakan terlebih dahulu, baru mengerjakan yang sunnah.

Namun demikian, ada pula ulama yang menyatakan, bahwa boleh saja mengerjakan puasa syawal terlebih dahulu, mengingat waktunya sangat terbatas, yakni hanya satu bulan. Sedangkan untuk mengganti puasa Ramadhan, diperbolehkan di bulan lain.

Apalagi bagi perempuan, dalam setiap bulan, mereka mengalami masa haid. Dan waktu haid ini berlangusng antara 4-10 hari, bahkan ada yang lebih. Secara otomastis, waktu untuk mengerjakan puasa syawal pun akan semakin sempit pula. Atas dasar ini, para ulama membolehkan untuk mengerjakan puasa syawal dulu, baru membayar hutang puasa.

…. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan…” (QS Al Baqarah : 148)

Karena itu, mana yang bisa dilaksanakan dengan cepat, hendaknya itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Jika waktunya masih panjang, sebaiknya membayar hutuang puasa Ramadhan dulu baru mengerjakan puasa syawal. Namun, jika waktunya terbatas dan singkat, tidak masalah untuk mengerjakan puasa syawal terlebih dahulu.

“…. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”  (QS Al Baqarah : 185)

Sumber : Republika

Link Terkait