Ramadhan dan Membaca Al Quran

bukhara opensyaamilquran.com – Ramadhan dan Al Quran adalah dua kenikmatan tak ternilai yang diberikan Allah kepada kita. Keduanya saling melengkapi, seolah tak terpisahkan. Ada ikatan hakikat dan fisik antara Al Quran dengan Ramadhan. Ikatan tersebut adalah Allah menurunkan Al Qur’an di bulan Ramadhan, juga mewajibkan puasa.

Bagi Allah, membaca Al Quran merupakan ibadah paling utama di bulan Ramadhan yang suci ini, karena dengan senantiasa membaca Al Qur’an, kita mendapatkan banyak kebaikan.

Dipilihnya Ramadhan menjadi bulan puasa adalah karena Al Quran diturunkan pada bulan itu. Bahkan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi yang lain juga diturunkan pada bulan Ramadhan.

Rasulullah saw bersabda, “Al Quran ini adalah hidangan Allah, maka terimalah hidangan ini sesuai kemampuan kalian. Al Qur’an ini adalah tali Allah, cahaya yang terang, obat yang bermanfaat. Terpeliharalah orang yang berpegang teguh dengannya, dan keselamatanlah bagi yang mengikutinya. Jika akan menyimpang, maka diturunkan, tidak terputus keajaibannya, tidak lapuk karena banyak diulang. Bacalah. karena Allah akan memberikan pahala bacaan kalian setiap huruf sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Al Hakim)

Imam As Syafi’i mengkhatamkan Al Quran 60 kali selama bulan Ramadhan, di luar yang ia baca dalam shalat tarawih. Imam Abu Hanifah juga melakukan hal yang sama. Sebagian dari orang-orang shalih ada yang khatam setiap pekan dan ada pula yang khatam setiap sepuluh hari.

Ibnu Abdul Hakam berkisah tentang Imam Malik. ia berkata “Apabila masuk Ramadhan, biasanya Imam Malik meninggalkan membaca hadits dan majelis-majelis ilmu untuk mengkhususkan diri membaca Al Qur’an dengan melihat mushaf. Katanya “Ini bulan Al Quran, tidak pantas ada perkataan yang menyibukkan dari Al Quran.”

Hal yang sama juga dilakukan oleh Imam Ahmad. Konon, Imam Ahmad bin Hambal apabila memasuki bulan Ramadhan menutup majelis fatwanya dan duduk di masjid untuk berdzikir dan membaca Al Quran. Sedang Az Zuhry rahimahullah, apabila telah masuk bulan Ramadhan, ia berkata, “Ini adalah bulan membaca Al Quran dan bulan memberi makan (orang yang membutuhkan)”

Orang-orang shalih itu tidak hanya mengkhatamkan Al Qur’an melalui bacaan mushaf. Sebagian mereka biasa mengkhatamkan Al Quran dalam shalat pada setiap tiga malam. Sebagian lagi pada setiap sepuluh malam. Diantara mereka ada Abu Raja’ Al Atharly rahimahullah.

Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata, “Ketahuilah tidak ada kebaikan dalam lbadah kecuali dengan ilmu, tidak ada kebaikan dalam ilmu kecuali dengan pemahaman, dan tidak ada kebaikan dalam membaca Al Qur’an kecuali dengan tadabbur.”

Asy Syahid Sayyid Quthb mengatakan dalam muqadimmah tafsirnya, “Hidup dalam naungan Al Quran adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.

Seperti juga dikatakan Imam Al Maraghi, “Ada dua kenikmatan di bulan Ramadhan, yaitu nikmat membaca Al Quran dan nikmat puasa. Nikmat ilmu dan cahaya (nur) serta hidayah yang diperoleh dari membaca Al Quran, dan nikmat sarana untuk menerima penghargaan anugera ini diperoleh dari (bulan) puasa.”

Memperbanyak membaca Al Qur’an dan atau mentadabburinya di bulan ini adalah dua hal yang bisa kita gabungkan. Atau mengkhususkan salah satunya. Semua akan berpahala besar sebagai penyempurna ibadah puasa kita.

Bagi seorang Muslim, pada bulan Ramadhan berkumpul dua jihad atas dirinya; jihad di waktu siang dalam rangka berpuasa, serta jihad di waktu malam dalam rangka shalat dan membaca Al Qur’an. Barangsiapa yang mengumpulkan kedua jihad ini, serta menunaikan keduanya seraya bersabar, maka pahalanya akan dipenuhi tanpa batas.

Ka’ab berkata, “Pada hari kiamat akan terdengar seruan, “Sesungguhnya setiap orang yang menanam akan diberikan apa yang ditanamnya disertai tambahan, hanya para ahli Al Quran dan puasa diberikan pahala mereka tanpa batasan.”

Pergunakan kesempatan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui tilawah Al Quran. Waktu terus berputar dan tidak akan pernah kembali. Jangan sampai kita menyesal, karena tidak pernah berinteraksi dengan Al Quran, yang pada bulan Ramadhan akan menjadi ladang amal kita yang luar biasa dan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.

(Sumber: Majalah Tarbawi edisi 165/ 25 Oktober 2007)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Protected by WP Anti Spam