Talbiyah : Aku Penuhi Panggilan-Mu - Syaamil Quran

Talbiyah : Aku Penuhi Panggilan-Mu

Talbiyah : Aku Penuhi Panggilan-Mu

talbiyah

Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak (Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu).

Seruan awal setelah berniat dari miqat adalah mengucapkan kalimat talbiyah. Setiap orang akan melafalkan kalimat “Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.”

Kalimat talbiyah akan terus menggema dan digaungkan oleh para jamaah haji yang menjalankan ibadah haji. Bacaan lafaz talbiyah akan senantiasa berdengung di telinga, terucap di bibir, meresap di hati. Setiap orang akan selalu mengingatnya, karena bacaan tersebut terus diulang saat ia menjalankan aktivitas haji.

Talbiyah merupakah janji setiap muslim untuk memenuhi panggilan Allah Swt. Janji yang secara sadar dan ikhlas dikeluarkan dari dalam hati, dinyatakan dengan amal dan perbuatan untuk memenuhi syariat dan akhlak haji.

Talbiyah merupakan pernyataan seorang muslim tentang keesaan Allah Swt. Tiada Tuhan selain Allah, Allah lah yang memanggil setiap muslim untuk bertamu kerumahNya. Melalui talbiyah juga menunjukkan pengakuan akan kekuasaan dan kekuatan Allah Swt.  Manusia hanyalah makhluk kecil dihadapan Allah Swt., segala nikmat yang diberikan adalah milik Allah Swt. Dengan berihram, manusia secara sadar melepaskan diri dari atribut keduniaan dan menyadari bawa diciptakan manusia hanyalah untuk beribadah kepada Allah Swt.

Maka setiap orang yang melafalkan kalimat talbiyah haruslah menghayati makna yang terkandung didalamnya. Jamaah haji membuktikan dengan kepala, mata dan telinganya menyaksikan kebesaran Allah, kebenaran Al Quran sehingga ia benar-benar berpegang teguh pada ajaran tauhid serta menjauhi segala hal yang membatalkan tauhid.

Melalui kalimat talbiyah, manusia akan menempatkan kehidupan dalam rangka mencari ridho Allah Swt. Kehidupan tidak lagi menonjolkan atribut keduniaan dalam wujud pujian, nikmat dan kekuasaan dunia. Tidak akan ada lagi kesombongan, kesewenangan, penyalahgunaan, korupsi. Semuanya akan ada dalam kerendahan hati, memohon ampun dan hanya memuji kebesaranNya.

Semoga kita semua adalah orang-orang yang beruntung.

Link Terkait