Wukuf: Khutbah Nabi Muhammad Saw. - Syaamil Quran

Wukuf: Khutbah Nabi Muhammad Saw.

Wukuf: Khutbah Nabi Muhammad Saw.

wukuf

Pada tanggal 9 Zulhijjah, kaum muslimin yang menjadi tamu Allah Swt. dalam melaksanakan ibadah haji di Makkah al-Mukarramah melaksanakan wukuf di Arafah. Mereka datang dari seluruh penjuru dunia, berkumpul pada satu tempat untuk memuji, memohon ampunan,serta mengharapkan hidayah dari Allah Swt.

Wukuf memiliki arti berhenti dan berdiam diri. Dalam pelaksanaan wukuf ini agar jamaah haji mampu berhenti dari segala aktivitas duniawi yang selama ini menyibukkan dirinya. Melalui ibadah wukuf ini setiap manusia harus mampu merenungi dan menyadari dosa-dosa masa lalunya, lalu bertobat kepada Allah Swt.

Sah tidaknya berhaji ditentukan oleh berwukuf tidaknya ia di Arafah. Mereka yang sedang sakitpun selama masih bernafas akan dibawa ke tempat ini, namun setelah itu dibawa kembali ke rumah sakit yang merawatnya.

Di Arafah ini turun ayat terakhir Al Quran…Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu….” (QS Al Ma’idah : 3). Kegiatan yang menyertai shalat, dzikir dan do’a adalah khutbah.

Rasulullah Saaw. berkhutbah sebelum shalat dzuhur dan Ashar Jama qashar taqdim. Khutbah inilah yang dikenal dengan khutbah wada (khutbah terakhir) karena disampaikan saat beliau berhaji terakhir. Sabda Nabi “Ambilah dariku cara kalian bermanasik haji, mungkin sehabis tahun ini aku tidak akan menunaikan ibadah haji lagi” (HR Muslim)

Beliau berkhutbah dengan penuh kesungguhan dan mendapatkan perhatian dari para jamaahnya. Isi khutbah ini begitu penting, bahkan Rasulullah sampai mengangkat telunjuknya ke langit dan menunjuk orang banyak “Allahummasyhad.. Allahummasyhad.. Allahummasyhad.. !” (Ya Allah saksikanlah, Ta Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah!)

Khutbah Rasulullah yang begitu penting itu adalah :

  • Pertama, “Inna dimaa-a-kum wa amwaalakum haroomun ‘alaikum” (Sesungguhnya darahmu dan hartamu haram atasmu sekalin). Pesan pertama ini mengingatkan para jamaah untuk menjaga persaudaraan. Rasulullah sangat melarang sesama mu’min untuk saling menumpahkan darah, menyakiti, dan mengambil hartanya dengan cara yang zalim. Sebaliknya sebagai saudara muslim harus saling menjaga kehormatan, kewibawaannya, saling menyayangi dan menghargai.
  • Kedua, “Wa ribaal jaahiliyyati maudhu’un” (dan riba jahiliyah itu terlarang). Riba adalah perbuatan dosa dan memakannya sama dengan memakan duri di neraka. Maka lakukanlah transaksi apapun dengan cara yang halal. Jauhi berbagai macam cara yang mendekatkan dengan riba, judi, dan penipuan. Meminjakan uang kepada orang lain bukan untuk mengembalikannya lebih banyak lagi, melainkan itu untuk meringkan dan menolong orang yang mengalami kesulitan.
  • Ketiga, “Fattaquullaha fien nisaa-i fainnakum akhodztumuhunna biamaanillah” (jaga dan bertakwalah kepada Allah dalam hal perempuan, sesungguhnya engkau mengambilnya dengan amanah Allah). Begitu mulia Nabi mengamanatkan persoalan istri. Menjaga badan dan hatinya karena Allah. Sikap suami kepada istri menjadi indikator kemuliaan dan kehinaan dirinya sebagaimana sabda Nabi “Tidaklah memuliakan istrinya selain orang mulia, tidaklah menghinakannya selain dia orang yang hina.”
  • Keempat, “Wa qad taraktu fiikum maa lan tadhiluu ba’dahu in i’tashomtum bihi kitaaballahi” (Dan sesungguhnya aku tinggalkan kepadamu yang jika berpegang padanya tak akan sesat selama-lamanya, kitabullah). Alquran adalah warisan Allah yang akan menjadi buku dalam menyelamatkan hidup di dunia dan akhirat. Alquran adalah pedoman bagi seluruh umat manusia, siapa yang akan menjadikannya pedoman dalam hidup maka ia akan dilindungi dan diselamatkan. Sedangkan jika ia tak berpedoman pada Alquran maka Allah akan melepaskan, menjauhi, serta menjadi sasaran penyesatan dari orang0orang rusak yang aa di zaman itu.

Begitulah khutbah Rasulullah dalam menyampaiakan pesan dan aamanatnya kepada para jamaah. Tak hanya terdengar oleh mereka yang sedang berhaji, tetapi gaungnya terdengar jauh ke ruang yang lebih luas. Semoga para jamaah yang melakukan wukuf di Arafah mengingat pesan yang diamanatkan untuk seluruh umat tersebut.

Link Terkait